Oleh: sugiyantokenz | Oktober 9, 2012

Perusahaan Pembiayaan Kredit Bermotor dilarang tarik kendaraan motor yang belum lunas

—————–

Heeem berita gembira buat yang kredit motor😀, barusan baca-baca berita di forum ada berita bahwasanya mulai dua bulan kedepan pihak perusahaan pembiayaan kredit bermotor (LEASING) dilarang menarik/mengambil paksa kendaraan yang belum lunas pembiayaanya, terus terang saya masih nggak begitu paham akan isinya mungkin ada yang bisa bantu menjabarkan berita di media online berikut monggo disimak :

Menteri Keuangan Agus Martowardojo akhirnya mengeluarkan aturan yang melarang perusahaan pembiayaan (leasing), menarik kendaraan bermotor baik mobil maupun kendaraan roda dua yang masih nunggak kredit. Hal tersebut dicantumkan dalam peraturan menteri keuangan nomor 130/PMK.010/2012 tentang pendaftaran jaminan fidusia bagi perusahaan pembiayaan. Beleid yang dikeluarkan pada 7 Oktober lalu, dengan tegas melarang perusahaan pembiayaan dilarang melakukan penarikan benda jaminan fidusia berupa kendaraan bermotor apabila kantor pendaftaran fidusia belum menerbitkan sertifikat jaminan fidusia dan menyerahkannya kepada perusahaan pembiayaan. Penarikan benda jaminan berupa kendaraan bermotor oleh perusahaan pembiayaan wajib memenuhi ketentuan dan persyaratan sebagaimana diatur dalam undang-undang mengenai jaminan fidusia dan telah disepakati oleh para pihak dalam perjanjian pembiayaan konsumen kendaraan bermotor. Jika leasing tetap ngotot mengambil alih kendaraan, maka perusahaan pembiayaan akan dikenai sanksi sampai pembekuan dan pencabutan izin usaha. Aturan menteri keuangan mulai berlaku dalam dua bulan ke depan. (sumber)

Menurut saya pribadi Banyak kesalah yang terjadi pada proses persetujuan kredit kendaraan khususnya sepeda motor yang membuat macetnya proses angsuran diantaranya :

  1. Syarat-syarat ada yang tidak terpenuhi, kadang-kadang si salesnya teman sendiri atau yang sudah kenal atau malah sisales tersebut ngejar target penjualan dengan sengaja mempermudah proses persyaratanya padahal ada yang nggak komplit/janggal. 
  2. Murahnya DP minimum, DP murah bisa menjadi jebakan bagi si Pengredit karena saking murahnya maka jangka waktu kredit juga panjang dan DP biasanya dibebenkan ke proses kredit tsb. belum lama ini pemerintah menerbitkan pembatasan DP minimum kredit kendaraan bermotor, suatu hal yang positif karena dengan diaturnya biaya DP minimum yang harus ditebus oleh si pembeli maka harus punya Uang yang cukup untuk membayar DP minimum untuk menghindari mandeknya angsuran karena si pembeli tidak mampu untuk membayar.
  3. Pihak LEASING berlomba-lomba untuk memasarkan dan mendapatkan kredit dari pembeli.

Harusnya pemerintah juga mensosialkan peraturan ini jangan sampai abu-abu, jika suatu saat ada LEASING yang melanggar maka masyarakat tidak takut lagi melaporkan leasing yang tidak patuh peraturan pemerintah ke pihak berwajib, takut-takutnya malah rakyat bawah yang jadi tersangka karena melaporkan Leasing yang nakal karena diindonesia keadilan bisa dibeli oleh mereka yang berkantong tebal dan tidak mudah untuk melaporkan pihak perusahaan yang nyata-nyata salah dan melanggar peraturan. salam, sugiy


Responses

  1. weleh

  2. tetap aja gak berlaku …

    • abu-abu soale

  3. kreditan lancar klo si leasing n pengkredit udah sesuai dg aturan yg berlaku..

    • harusnya

  4. wah, belum paham bener. tak bacanya lagi..

  5. Keputusan menteri keuangan no 130/PMK.010/2012 ini nyata apa rekayasa, soalnya sampai saat ini kebijakan LESING dalam hal penarikan kendaraan yg dianggap masih aset mutlak dia masih berlaku apabila debitur mengalami penunggakan selama 3 bulan berturut turut. Kalo memang keputusan itu otentik dan dapat dipertangung jawabkan kenapa proses penarikan sampai saat ini masih terjadi, dalam hal ini semakin menunjukan hukum kita ternyata cuman kiasan yg tidak mempan apabila dihadapkan dg orang atau istansi yg berduit.

  6. Lhah..sekarang gini..leasing kan niat bantu kawan2 yg gak bisa beli cash kita fasilitasi kredit..nah, jangan salah..leasing jg bayar bunga lho ke bank, karena leasing banyak yg pake joint finance..biar sama2 enak lah..leasing memfasilitasi, yg kredit bayar angsuran sesuai ketentuan yg berlaku..prinsipnya kan saling membantu..

  7. saya belum tunggak 3 bulan udah di ancam ancam kolektor acc kota padang ,. mobil harus diserahkan,, setelah diserahkan rupanya lembaran palsu target mobil orang lain yang diberikan…

  8. bulan Juni 2015, saya telat bayar 30 hari ( tiga puluh hari ) +1JAM,mereka bilang pembayaran terakhir jam 12.00, ketika saya bayar jam 13.00, leasing sudah mengeluarkan SP PENARIKAN+ diserahkan exsternal, kemudian saya di minta nego dengan exsternal tersebut/untuk pencabutan SK akhirnya disepakati Rp 750.000,……gimana nich pak menteri …….? ……?

    • testing

  9. klo ada dc maksa tarik mtr/mbl anda, teriak aja rampok…maling…, klo hukum sdh tdk bs jd pegangan pasti hukum di masyarakat yg bertindak. dc tdk berhak melakukan eksekusi/penarikan paksa apapun alasannya, yg berhak melakukan eksekusi di negeri ini hanya pengadilan

  10. Yang gak boleh tarik unit itu bagi perusahaan yang nggak mendaftarkan jaminan fidusia atas unit tersebut. bagi konsumen yang terlambat / macet, unit nya bisa di tarik sama pihak leasing asalkan sudah di berikan surat peringatan dari perusahaan…”

  11. Dp 5 jt.angsuran 3130000/blnx48.sudah jln 19 bln berjalan,3bln macet sudah ditarik dgn kkrasan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: